Pengurus Masjid di Tanjungpinang Diduga Gelapkan Infak Masjid Rp 600 Juta

Tanjungpinang – Seorang pengurus masjid di Tanjungpinang diduga gelapkan infak masjid sebesar Rp 600 juta dari Masjid Raya Sultan Riau Penyengat. Polisi pun mengamankan pengurus masjid tersebut. Hal tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza Panindra, seperti dikutip dari Tribun Batam.

“Seorang pengurus kita amankan di kediamannya kawasan Kota Piring tanggal 13 April pukul 18.30 WIB malam,” katanya pada hari Rabu (15/4/2020).

Selanjutnya, pengurus yang diduga gelapkan infak masjid tersebut langsung diamankan dan dibawa ke Mapolres Tanjungpinang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

AKP Rio Reza Panindra menjelaskan bahwa kasus ini berawal dari laporan seorang pelapor tentang keuangan masjid sejak tanggal 3 Maret 2019 tahun lalu. Kronologinya sebagai berikut.

  • Tanggal 2 Mei 2019: pelapor melihat pengumuman infak masjid di papan yang tertulis sisa saldo infak masjid sebesar Rp 653.614.868
  • Tanggal 10 Mei 2019: pelapor kembali melihat laporan infak masjid di papan yang tertulis sisa saldo infak masjid sebesar Rp 44.668.613
  • Pelapor menghitung total uang yang berkurang dari info kas sebelumnya (tertanggal 2 Mei 2019) yang berjumlah Rp 608.946.255
  • Merasa jumlah uang tersebut berkurang tanpa dicantumkan peruntukannya untuk kebutuhan apa, pelapor melaporkan hal tersebut ke kepolisian.

“Kemudian pelapor menghitung total uang yang berkurang dari kas tersebut berjumlah Rp 608.946.255. Merasa uang yang keluar tidak jelas, dan tidak tercantumkan peruntukannya, maka pelapor akhirnya melaporkan kepada pihak kepolisian,” sebutnya lebih lanjut.

Pengurus yang dilaporkan tersebut dikabarkan adalah seorang ASN di lingkungan Pemko Tanjungpinang dan akan memasuki masa pensiun sebentar lagi.

Anggota Satreskrim Polres Tanjungpinang saat mendatangi rumah seorang pengurus masjid yang diduga sebagai pelaku penggelapan
Anggota Satreskrim Polres Tanjungpinang saat mendatangi rumah seorang pengurus masjid yang diduga sebagai pelaku penggelapan

Ketika ditanyakan ke pengurus tentang kemana uang yang “hilang” tersebut, dia menjawab bahwa uang tersebut dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Dia mengaku telah menggelapkan uang tersebut sejak tahun 2015.

“Untuk kebutuhan sehari-hari. Dia mengakui sejak 2015 menggelapkan uangnya. Namun masih kami kembangkan, dan dalami lagi,” sebutnya.

Polisi masih mendalami apakah ada keterlibatan pihak lain dalam penggelapan tersebut.

“Masih kami kembangkan. Sementara belum ada keterlibatan yang lain,” jawabnya.

Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Gelapkan Infak Masjid Rp 600 Juta, Seorang Pengurus Diamankan Polisi di Tanjungpinang


Informasi Terkait: